21 Jan 2012

Model-model Pembelajaran PAUD (3 habis)


Dua postingan terdahulu telah dibahas mengenai 4 model pembelajaran yang biasa diterapkan di PAUD, yaitu : 1) Model Pembelajaran Klasikal, 2) Model Pembelajaran  Kelompok dengan Pengaman, 3) Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut Kegiatan, dan 4) Model Pembelajaran Area (Minat). Nah pada postingan ketiga ini akan dibahas mengenai Model Pembelajaran Sentra atau sering juga disebut dengan BCCT (Beyond Centers and Circle Time).




 5.   MODEL PEMBELAJARAN SENTRA.
Model pembelajaran berdasarkan sentra memiliki ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas serta intensitas bermain. Model pembelajaran ini berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak berada dalam lingkaran. Pada umumnya pijakan/dukungan dalam model ini untuk mendukung perkembangan anak, yaitu pijakan sebelum bermain, pijakan selama bermain dan pijakan setelah bermain. Pijakan ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan anak lebih tinggi. Ada 3 jenis permainan yang disediakan dalam model ini yaitu; bermain sensorimotorik atau fungsional, bermain peran, dan bermain pembangunan (konstruktif, yaitu membangun pemikiran anak).
a. Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas model pembelajaran sentra meliputi pengelolaan secara klasikal, kelompok dan individual. Pada saat kegiatan pembukaan, saat kegiatan penutup, dan saat makan besama guru menggunakan pengelolaan secara klasikal, tetapi pada saat kegiatan inti menggunakan pengelolaan secara kelompok atau individual. Untuk itu hal-hal yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut :
·    Sentra bermain dirancang dan direncanakan, sehingga semua peserta didik dapat mengikuti kegiatan untuk mencapai tahap perkembangan.
·    Kegiatan pembelajaran dilengkapi dengan sentra-sentra yang diperlukan hari itu.
·   umlah dari kegiatan dan ragam kesempatan masing-masing sentra sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan jumlah anak.
·  Ada kesesuaian antara pijakan, sentra, dan alat yang akan dipergunakan dalam pembelajaran.
b. Langkah-langkah kegiatan
1) Penataan Lingkungan Bermain
Sebelum anak datang, guru mempersiapkan bahan dan alat bermain yang digunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk kelompok yang dibimbingnya. Guru menempatkan alat dan bahan bermain yang akan digunakan yang mencerminkan rencana pembelajaran yang telah dibuat sehingga tujuan anak selama bermain dengan alat tersebut dapat dicapai.
2) Kegiatan Sebelum Masuk Kelas/Penyambutan Anak (10 menit)
Guru menyambut kedatangan anak dengan tegur sapa, senyum dan salam. Anak-anak langsung diarahkan untuk bermain beba bersama teman-teman sambil menunggu kegiatan dimulai. Kondisi awal yang harus diketahui oleh guru dari peserta didik saat datang adalah ekspresi emosi yang menunjukkan rasa nyaman berada di sekolah. Bila kondisi ekspresi emosi anak saat datang menunjukkan kesedihan/murung, maka guru perlu menetralisir emosi anak terlebih dahulu dengan kegiatan transisi, seperti membaca buku cerita, puzzle dan sebagainya.
3) Pembukaan/Pengalaman Gerakan Kasar (20 menit)
Guru mempersiapkan seluruh anak dalam kegiatan lingkaran, lalu menyebutkan kegiatan pembuka yang akan dilaksanakan. Kegiatan pembuka dapat berupa gera musik, permainan, dan jurnal, dan sebagainya. Satu guru yang memimpin, guru lainnya menjadi peserta bersama anak (mencontohkan).
Anak dikondisikan duduk melingkar (circle time). Dalam setiap kelompok melakukan kegiatan berdo`a, diskusi tema, membacakan buku cerita yang berhubungan dengan tema hari itu.
4) Transisi (10 menit)
Selesai pembukaan, anak-anak diberi waktu untuk “pendinginan” dengan cara bernyanyi dalam lingkaran, atau membuat permainan tebak-tebakan. Tujuannya agar anak kembali tenang. Setelah tenang, anak secara bergiliran dipersilahkan untuk minum atau ke kamar kecil. Gunakan kesempatan ini untuk melatih kebersihan diri anak. Kegiatannya dapat berupa cuci tangan, cuci muka, cuci kaki maupun buang air kecil.
Sambil menunggu anak minum atau ke kamar kecil, masing-masing guru siap di tempat bermain yang sudah disiapkan untuk kelompoknya masing-masing.
1)     Kegiatan Inti (90 menit)
a)  Pijakan pengalaman sebelum bermain (15 Menit)
Guru dan anak duduk melingkar, guru memberi salam pada anak-anak, menanyakan kabar anak-anak, dan dilanjutkan dengan kegiatan :
1. Guru meminta anak untuk memperhatikan siapa teman mereka yang tidak hadir.
2.  Minta anak mengambil “nametag” dan menempelkan ke papan absent, atau membalik atau menunjukkan.
3.  Berdo`a bersama, anak secara bergilir memimpin do`a.
4.  Guru menyampaikan tema hari ini dan dikaitkan dengan kehidupan anak.
5. Guru membacakan buku yang terkait dengan tema. Setelah selesai, guru menanyakan ken\mbali isi cerita.
6. Guru mengaitkan isi cerita dengan kegiatan bermain yang akan dilakukan anak.
7. Guru mengenalkan semua tempat dan alat bermain yang sudah disiapkan.
8. Dalam memberi pijakan, guru harus mengaitkan kemampuan apa yang diharapkan muncul pada anak, sesuai rencana pembelajaran yang telah disusun.
9. Guru menyampaikan bagaimana aturan bermain (digali dari anak), memilih teman bermain, memilih alat bermain, cara menggunakan alat-alat, kapan memulai dan mengakhiri bermain, serta merapikan kembali alat yang sudah dimainkan.
10.Guru mengatur teman lain dengan memberi kesempatan kepada anak untuk memilih teman mainnya. Apabila ada anak yang hanya memilih anak tertentu sebagai teman mainnya, maka guru agar menawarkan untuk menukar teman mainnya.
11. Setelah anak siap bermain, guru mempersilahkan anak untuk mulai bermain, agar anak tidak berebut serta lebih tertib, guru dapat menggilir kesempatan setiap anak untuk memulai bermain, misalnya berdasarkan warna baju, usia, huruf depan nama anak, atau cara lainnya agar lebih teratur.
b) Pijakan Pengalaman Selama Bermain (60 menit)
1.   Guru mengamati dan memastikan semua anak melakukan kegiatan bermain.
2. Memberi contoh cara bermain pada anak yang belum bisa menggunakan bahan/alat.
3. Memberi dukungan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak.
4. Memancing dengan pertanyaan terbuka untuk memperluas cara bermain anak. Pertanyaan terbuka artinya pertanyaan yang tidak cukup dengan di jawab ya atau tidak saja, tetapi banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan anak.
5.    Memberikan bantuan kepada anak yang membutuhkan.
6.  Mendorong anak untuk mencoba dengan cara lain, sehingga anakmemiliki pengalaman bermain yang kaya.
7.   Mencatat yang dilakukan anak (jenis bermain, tahap perkembangan, tahap social)
8.   Mengumpulkan hasil kerja anak. Jangan lupa mencatat nama dan tanggal di lembar kerja anak.
9.  Bila waktu tinggal 5 menit, guru memberitahukan pada anak-anak untuk bersiap-siap menyelesaikan kegiatan mainnya.
c)  Pijakan Pengalaman Setelah Bermain (15 menit)
1.   Apabila waktu bermain selesai, guru memberitahu saatnya membereskan alat dan bahan yang sudah digunakan dengan melibatkan anak-anak.
2. Bila anak belum terbiasa untuk membereskan, guru dapat membuat permainan yang menarik agar anak ikut membereskan.
3.  Saat membereskan, guru menyiapkan tempat yang berbeda untuk setiap jenis alat, sehingga anak dapat mengelompokkan alat bermain sesuai dengan tempatnya.
4.  Bila bahan mainan sudah dirapikan kembali, satu guru membantu anak membereskan baju anak ( menggantinya bila basah), sedangkan guru lainnya dibantu orang tua membereskan semua mainan hingga semua rapi ditempatnya.
5.   Bila anak sudah rapi, mereka diminta untuk duduk melingkar bersama guru. Setelah semua anak duduk dalam lingkaran, guru menanyakan pada setiap anak kegiatan bermain yang telah dilakukannya pada hari itu. Kegiatan menanyakan kembali (recalling) melatih daya ingat anak dan melatih anak mengemukakan gagasan dan pengalaman mainnya (memperluas perbendaharaan kata anak).
b)    Makan Bersama ( 10 menit )
1. Usahakan setiap pertemuan ada kegiatan makan bersama. Jenis makanan berupa kue atau makanan lainnya yang disiapkan sekolah atau yang dibawa oleh masing-masing anak.
2. Sekali dalam satu bulan diupayakan ada makanan yang disediakan untuk perbaikan gizi.
3.  Sebelum makan bersama, guru mengecek ada anak yang tidak membawa makanan. Jika ada tanyakan siap yang mau berbagi makanan pada temannya.
4.   Guru memberitahukan jenis makanan yang baik dan kurang baik.
5. Jadikan waktu makan bersama sebagai pembiasaan tat cara makan yang baik (adab makan)
6.  Libatkan anak untuk membereskan bekas makanan dan membuang bungkus makanan ke tempat sampah.
c)     Kegiatan Penutup ( 10 menit)
1.  Setelah semua anak berkumpul membentuk lingkaran, guru dapat mengajak anak menyanyi atau membaca puisi. Guru menyampaikan rencana kegiatan hari berikutnya, dan menganjurkan anak untuk bermain yang sama dirumah masing-masing.
2.  Guru memberi kesempatan pada anak secara bergiliran untuk memimpin do`a penutup.
3. Untuk menghindari berebut saat pulang, digunakan urutan berdasarkan warna baju, usia atau cara lain untuk keluar dan bersalaman lebih dahulu.
2)    Penilaian
Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru hendaknya mencatat segala hal yang terjadi, baik terhadap program kegiatan maupun terhadap perkembangan peserta didik. Sebagai catatan guru digunakan sebagai bahan masukan bagi keperluan penilaian. Setiap semester, hasil laporan perkembangan anak dilaporkan kepada orang tua secara lisan dan tertulis berupa rapor dalam bentuk narasi.

Sekali lagi perlu dipertegas bahwa setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing ,serta memerlukan kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu guru dapat memilih model pembelajaran yang akan diterapkan dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, sarana dan prasarana yang tersedia, serta faktor-faktor pendukung lainnya.

Sumber :
http://aisyah-umi-lathifah.blogspot.com/2011/04/model-pembelajaran-sudut-pada-anak-usia.html

3 komentar:

rondi namiku mengatakan...

Jika berkenan, bisa dipostingkan standar administrasi untuk TK.... terima kasih....




http://indahnya-nikmat-iman-islam.blogspot.com

IPI SUMEDANG mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan dan masukannya, senang bisa berkenalan dan saya sudah kunjungi blog anda ... sangat inspiratif untuk menambah keimanan .

Yuldin Diana mengatakan...

Sangat membantu....

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

BUKU TAMU

Sahabat IPI Sumedang

Copyright © 2012. IPI Sumedang - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz